Menjadi Single Mom, Kok Bisa?

Orang bertanya, kenapa bisa menjadi single mom? Ini pertanyaan yang sebenarnya ringan tapi sejatinya tidak perlu dipertanyakan. Status single mom hanyalah nama dari status yang menggambarkan proses perjalanan seorang wanita.

Gadis artinya adalah wanita yang belum menikah. Istri artinya seorang wanita yang sudah menikah dan memiliki suami. Ibu artinya wanita yang sudah menikah dan memiliki anak. SIngle mom artinya wanita yang sudah menikah lalu dengan satu dan lain alasan berpisah dan atau terpisah dari pasangan. Tidak ada yang aneh dengan status ini kan?

 

Menjadi Single Mom, Kok Bisa?

Meski begitu, masih saja ada yang mempertanyakan kenapa dan bagaimana seorang wanita bisa menyandang status itu. Tapi, jarang sekali orang bertanya, kenapa bisa menjadi istri? Kenapa bisa menjadi gadis? Kenapa bisa menjadi ibu? Ini karena status lain dianggap sebuah proses wajar dan tahapan hidup.

Namun menjadi single mom terutama karena perceraian, sepertinya bagi sebagian orang adalah pilihan yang bisa dipilih. Tanpa repot-repot untuk mencari tahu kenapa pilihan yang tidak mudah itu akhirnya harus diambil atau dilakoni.

Yuk! Kita coba menelaah hal ini dari sebuah ilustrasi.

Menjadi Single Mom, Kok Bisa?

Tentang sebuah pilihan. Apa yang terpikirkan dari gambar itu?

Apakah orang di gambar itu akan mengambil kunci? Dalam keadaan normal baik saya, kamu atau mungkin kebanyakan orang pasti itu akan menjadikannya sebagai pilihan pertama. Dengan mengambill kunci dia akan bisa mendapatkan roti dan bahkan kebebasannya. Catatan! Dalam keadaan normal memilih kunci adalah pilihan yang logis dan paling benar.

Lalu bagaimana jika ternyata orang itu justru memilih roti? Langsung timbul pertanyaan mengapa tidak mengambil kunci? Terlihat bodoh, kan? Orang yang melihatnya memilih roti akan mengambil kesimpulan sendiri dengan pilihan orang itu.

Mari kita sejenak diam dan mulai berpikir lebih  jernih.

Apakah pilihan orang itu salah?

Apakah pilihan saya sudah benar?

Dia memilih roti, mungkin hanya roti yang paling dibutuhkan saat itu. Setelah sekian lama menahan lapar di penjara, mungkin hanya roti yang bisa dilihatnya. Itu sebagai pilihan yang paling dia butuhkan dan tanpa resiko. Dengan mengambil roti dia akan lebih  mempunyai tenaga agar bisa mengambil kunci dengan cara yang lebih baik.

Bahkan mungkin dia sadar sepenuhnya dengan mengambil  kunci, akan membuatnya melanggar aturan untuk kabur dari penjara. Itu terlalu besar dan tidak mampu untuk dia antisipasi. Dia tidak bisa mengambil pilihan itu dengan segala konsekuensinya. Tapi, dia harus memilih kan?

Ternyata, ada banyak kemungkinan disana. Termasuk ketika menjadi single mom menjadi sebuah pilihan.

Ilustrasi singkat ini membuat beberapa dari kita mungkin termenung. Kita jadi sibuk memaknai gambar tersebut. Bagi beberapa orang kemudian menyadari bahwa terlalu dini untuk menyimpulkan dan mengambil keputusan bahwa pilihan ‘saya’ paling benar.

Ini bisa menjadi sebuah kesimpulan awal bahwa setiap pilihan diambil berdasarkan situasi dan kondisi. Dalam hal ini setiap orang tentu berbeda baik secara kemampuan dan urgensi. Mereka yang benar-benar menjalani peran itulah yang kemudian tahu apa yang terbaik untuk diputuskan. Tanpa perlu mempertanyakan keputusan orang lain dengan mengukur diri sendiri.

Ukuran sepatu setiap orang berbeda. Kadang kita perlu menggunakannya untuk membangun empati, bukan mempertanyakan atau pun memberikan penghakiman.

Editor & Ilustrator : Ans

==================================================

Tentang penulis

Susi Bahrie

 

 

 

 

 

 

 

Susilawati

Lahir di Lampung 25 Oktober 1976, alumni Teknik Industri dari salah satu Universitas di Kota Bandung, Jawa Barat. Susi, nama panggilannya, penyuka warna coklat, hobby membaca, olahraga beladiri, travelling dan berorganisasi. Seorang ibu tunggal dari seorang putra yang menginjak fase remaja, menyempatkan belajar literasi di sela sela kesibukan bekerja di salah satu klinik kesehatan hewan.

Life is a journey cara dia menjalani kehidupannya dan memegang motto ‘Apapun diri anda jadilah hebat.’

Spread the love

1 thought on “Menjadi Single Mom, Kok Bisa?

  1. Pingback: Being A Healthy Single Mom - Single Moms Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *