Tips Mendaki Gunung Untuk Single Mom Sebagai Pemula

Sudah pernah mendaki gunung setelah menjadi single mom? Kenapa mendaki gunung? Rutinitas sehari-hari yang itu-itu saja dan tak berkesudahan sebagai seorang single mom sering bikin kita bosan dan burnout ya, Moms. Emosi tak terkontrol, mood yang naik turun, gairah hidup yang habis membuat kita hilang kendali. Semua mau dijadikan sasaran pelampiasan, bahkan kadang termasuk anak-anak. Bener nggak, Mom?

Hal-hal seperti ini bisa kita cegah, lho, Mom. Caranya adalah dengn mengabil tindakan yang bisa membuat pikiran kembali santai dan tenang. Nggak salah, sebagai seorang manusia biasa, kadang kita butuh waktu untuk menyendiri.

Banyak cara yang bisa dilakukan untuk memperbaiki sistem otak yang sedang berantakan itu. Misalnya dengan me-time ke salon, jalan-jalan ke mall, tiduran santai di rumah, staycation atau melakukan aktivitas di luar ruangan. Berkebun, piknik, berenang dan yang lebih seru lagi adalah hiking serta mendaki gunung.

“Manfaat mendaki gunung untuk kesehatan adalah dapat meningkatkan sirkulasi darah dan memperkuat jantung. Maka dari itu, dengan mendaki gunung dapat meningkatkan kesehatan kardiovaskular dan mengurangi risiko penyakit jantung. Salah satu cara untuk menghilangkan rasa stres adalah dengan mendaki gunung.

Lalu bagaimana kalau belum pernah mendaki gunung?

Don’t worry, Moms! Karena terdapat banyak gunung yang ramah untuk pemula. Asalkan tetap ikuti aturan dan tipsnya saja. Salah satu tips mendaki gunung yang paling penting adalah menyiapkan mental dan fisik. Keduanya harus seiring sejalan. Selain tubuh yang harus fit dan sehat, mental juga wajib disiapkan agar mampu bertahan menghadapi segala kondisi yang terjadi di luar dugaan dan kuasa manusia.

 

Tips Mendaki Gunung Untuk Single Mom Sebagai Pemula

 

Berikut Tips Mendaki Gunung Lainnya Untuk Pemula:

  • Beritahu Keluarga Tentang Pendakian.

Sebab memang sudah sewajarnya pergi kemanapun harus ijin atau pamit, ya. Minimal dengan keluarga yang serumah. Hal ini berguna untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan nantinya. Dimanapun posisi selama terjangkau jaringan operator, usahakan untuk selalu memberi kabar, lokasi dan kondisi terakhir.

  • Pilih Gunung Dengan Medan yang Mudah.

Untuk pemula, sebaiknya jangan langsung mendaki gunung terjal dengan medan yang sulit. Ada gunung tinggi tapi medan yang mudah, sebaliknya gunung lebih pendek tapi medan sulit juga banyak. Jadi pilih gunung yang memang cocok untuk pemula. Di Medan, Gunung Sibayak sangat direkomendasikan untuk pemula. Bisa tektok (naik dan turun di hari yang sama), bisa juga berkemah.

  • Jangan Mendaki Sendiri.

Untuk pemula sangat tidak dianjurkan modal nekat dengan mendaki solo. Terlebih belum menguasai medan sama sekali. Sebaiknya ajak teman yang sudah pernah atau leader yang sudah paham seluk beluk pendakian.

  • Latihan Fisik.

Minimal seminggu sebelum pendakian, dianjurkan untuk berlatih fisik. Bisa dengan jalan santai, jogging atau lari dengan jarak pendek kemudian melaju ke jarak yang lebih panjang. Latihan fisik tersebut, selain melatih kaki, juga bisa melatih sistem pernapasan. Menghindari terjadinya sesak napas atau kram mendadak akibat otot kaki yang dipaksa bekerja keras secara tiba-tiba.

  • Memakai Outfit yang Nyaman.

Pilih pakaian yang menyerap keringat tapi juga tidak terlalu tebal. Baiknya kenakan pakaian tertutup demi menghindari sayatan dari tumbuhan liar ataupun gigitan serangga dan hewan kecil lainnya. Lapisi kaos dengan kemeja atau jaket untuk melindungi dari angin dan dinginnya hawa gunung. Begitu juga dengan alas kaki. Boleh memakai sendal gunung atau sepatu khusus naik gunung. Kaos kaki juga pilih yang menyerap keringat dan tidak berbahan licin, ya.

  • Bawa Perlengkapan Penting.

Gunung merupakan alam terbuka yang jauh dari pemukiman. Maka dari itu, bawa perlengkapan yang mendukung dan penting untuk kegiatan mendaki. Sewaktu-waktu diperlukan, kita ngga harus kembali ke bawah untuk mendapatkannya.

Contoh perlengkapan pendukung tersebut adalah:

  • Kalau hanya tektok cukup bawa daypack yang ringan dan anti air.
  • Jaket dan jas hujan.
  • Obat-obatan pribadi.
  • Power bank.
  • Kalau berkemah, bawa tenda gunung beserta sleeping bagnya.
  • Senter.
  • Peralatan memasak secukupnya.
  • Bahan makanan dan minuman secukupnya

 

  • Bawa Makanan dan Minuman Secukupnya.

Meski logistik dalam kegiatan pendakian itu hal paling penting, tapi tetap harus diperhatikan kecukupan serta kelayakan makanan yang dibawa. Bawa makanan ringan tapi kaya nutrisi dan menambah energi. Misalnya oatmeal, roti gandum, roti tawar, coklat, ubi, sarden, beras (nasi) dan sayuran dan buah. Ada beberapa sayuran yang bisa dipetik di gunung seperti selada air dan pakis. Pun begitu juga dengan minuman. Tidak perlu membawa berbotol-botol sirup ataupun minuman ringan lainnya. Perbanyak konsumsi air putih.

  • Mendaki Dengan Riang Gembira

Ini penting, Moms. Jangan sampai berangkat untuk tujuan menghilangkan stres, pulangnya malah tambah stres. Kalau lelah fisik selepas bepergian itu wajar. Tapi, kalau dalam perjalanan dipenuhi dengan pikiran buruk, lebih baik tunda dulu kegiatan mendakinya. Silahkan menangis dimanapun, tapi setelah itu biarkan beban itu lepas seiring lelahnya fisik selama mendaki. Tapi setelah itu kembalilah riang sebab mendaki butuh stamina yang kuat. Kalau kebanyakan nangis atau bersedih, pasti berpengaruh pada stamina.

  • Istirahat.

Jangan ragu untuk meminta istirahat pada teman lainnya kalau merasakan lelah yang tak tertahan ya, Moms. Di gunung biasanya terdapat pos-pos khusus untuk para pendaki beristirahat meregangkan otot. Puncak memang tujuan utama setiap pendaki. Tapi tetap utamakan kesehatan dan keselamatan. Kalau dirasa tidak memungkinkan untuk melanjutkan pendakian, sebaiknya jangan dipaksakan.

  • Jangan Mendaki Dimusim Hujan.

Sebab masih pemula, sebaiknya pilih waktu dan cuaca yang tepat untuk mendaki gunung. Hindari mendaki di musim hujan, sebab gunung akan rawan angin dan badai. Untuk pemula tentu ini akan menjadi ketakutan sendiri dan dapat mempengaruhi mental.

Tips lainnya sebagai bagian dari perilaku seorang pendaki yang harus dilakukan adalah:

  • Ikuti Do and Don’t Selama Pendakian.
  • Jangan tinggalkan sampah di gunung.
  • Jangan mencoret-coret atau melukis batu dan tebing.
  • Jangan merusak satwa apapun.
  • Jangan merokok atau bermain api.
  • Tidak membuat kebisingan atau kegaduhan.
  • Bersikap baik pada semua pendaki.
  • Bekerja sama dengan rombongan atau teman mendaki.
  • Kendalikan ego selama pendakian.
  • Tetap Beribadah.

Berdoa kapan dan dimanapun itu wajib untuk kita umat beragama. Jangan tinggalkan sholat meski kita sedang di atas puncak gunung sekalipun. Raga dan nyawa milik sang pencipta. Begitupun alam dan isinya yang sedang kita nikmati keindahannya. Sudah sewajarnya kita bersyukur dengan terus berdoa serta beribadah selama masih berpijak pada bumi ciptaannya.

Gunung dan alam bisa jadi sahabat yang setia kalau kita memperlakukannya sebagai teman. Namun bisa jadi lawan terjahat kalau kita anggap sebagai musuh. Maka, sayangi dan jaga agar masih bisa dinikmati oleh anak cucu kita kelak.

Gimana, Moms? Tertarik untuk mendaki gunung? Tunggu apalagi?
Persiapkan diri, cari jadwal yang tepat dan kabari teman mendaki sekarang juga. Ciptakan momen di alam terbuka dan pulang dengan selamat serta membawa vibes positif untuk kembali ke rumah dengan ceria seperti sedia kala.

Editor & Ilustrasi: Ans

=============================

Tentang Penulis

Tri Suci

TRI SUCI AGUS SUSANTI

Seorang single mom dengan dua anak yang beranjak remaja. Menjadi karyawan yang siap dimutasi membuat kami terpisah jarak. Rindu yang sesungguhnya adalah pada orang-orang terkasih itu yang hanya bisa berbalas dengan doa satu sama lain. Single mom penyuka alam, lebih memilih jalan ke gunung daripada pantai, tapi akan memilih pantai daripada mall. Lebih suka makanan tradisional tapi akan pilih spageti daripada daging.

Penyuka warna monokrom, hitam dan putih tambah sentuhan abu-abu. Selain berpetualang ke alam, menulis adalah salah satu bentuk terapiku dalam menuangkan segala rasa. Terkadang aku melakukan keduanya secara bersamaan. Mimpiku saat ini adalah berkumpul bersama anak-anak dan melakukan segala keseruan itu bersama-sama. FB: Tri Suci Agus Susanti IG: trisuci.as Twitter: @uchidancaca Tiktok: @trisucias

Spread the love

1 thought on “Tips Mendaki Gunung Untuk Single Mom Sebagai Pemula

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *