Ketika Ibu Tunggal Jatuh Cinta Lagi

Berstatus sebagai Ibu Tunggal atau Single Mom, bukan tidak mungkin Mamos terpikir untuk merasakan pengalaman jatuh cinta lagi.

Pikiran tersebut sangatlah normal karena biar bagaimanapun juga idealnya dalam lingkup terkecil, manusia di desain untuk berpasangan.
Ada laki – laki, ada perempuan.
Ada suami, ada istri.
Ada ibu, ada ayah.

Meski tidak selalu demikian, namun apabila kita memahami secara mendalam maksud dari pernyataan tersebut, maka tentu cara pandang kita terhadap sesuatu yang berpasangan akan menjadi lebih baik.

Jatuh cinta lagi

Sepuluh tahun berjalan sendiri memberikan saya begitu banyak pengetahuan, pengalaman, serta trial and error dalam memahami makna dari kata ‘hubungan’.

Kembali pada teori polarity yang menyatakan bahwa sesuatu dengan 2 kutub itu ‘daya’ nya lebih besar, namun bila memang seorang individu memilih untuk berjalan sendiri, daya itu tetap bisa di dapat dengan cara memiliki 2 kutub tersebut di dalam diri. Intinya, apabila kita memahami, sesungguhnya hidup berpasangan maupun sendiri, selama kita memahami tentang keseimbangan 2 kutub yang mesti dijaga agar bisa memantik ‘daya’ yang semakin besar dan besar, maka pilihan apapun akan tetap membahagiakan.

Dan konteks jatuh cinta lagi itu, bila tidak kepada seseorang, maka bisa juga kepada diri sendiri.

Intinya, yang namanya cinta yang murni, itu pasti akan terasa indah dan menenangkan – tentu berbeda dengan yang katanya ‘cinta’ tapi malah lebih dominan memberikan rasa marah, takut, khawatir, cemas, dan lain sebagainya.

Cinta yang benar akan memberikan kekuatan, bukan kelemahan.
Cinta yang baik akan memberikan solusi bukannya menambah masalah.

Maka hal pertama menurut saya yang Mamos sebaiknya lakukan ketika muncul pikiran untuk jatuh cinta lagi adalah :

Tanyakan pada diri sendiri ingin jatuh cinta lagi kepada siapa?

Kepada diri sendiri, atau kepada seseorang? Tentu amat sangat bisa jatuh cinta kepada diri sendiri, jika dalam pengalaman saya, saya jatuh cinta dulu kepada diri saya sendiri hingga akhirnya dengan vibrasi cinta kepada diri tersebutlah saya menarik seseorang dengan frekuensi yang sama untuk hadir dalam hidup saya. Setelah menentukan pilihan, mau jatuh cinta kepada diri sendiri atau orang lain, maka hal selanjutnya yang perlu diperhatikan adalah kutub, atau polar.

Kenapa penting? Karena dari kutub itulah lahir daya juang dan daya upaya bagi diri Mamos untuk mempertahankan kehidupan di dunia ini.

Banyak orang yang hidup secara asal – asalan, kemudian ketika hidupnya bertambah berat bertambah susah, ia sibuk mencari solusi kesana kemari, atau yang lebih parah justru menyalahkan orang lain atas penderitaan dalam hidupnya.
Ketahuilah bahwa di semesta ini, berlaku hukum tabur tuai.
Apa yang kamu tabur, maka itulah yang kamu tuai.
Kamu menjalani hidupmu dengan asal – asalan, ya hidup ini pun akan membalas demikian.

Maka cara kedua adalah mulai membenahi kehidupanmu dan memahami bahwa untuk mendapatkan kekuatan, maka perlu ada sumbernya dahulu, yaitu 2 kutub itu tadi.

Kenali kelebihan dan kekurangan diri, bila memang ingin berjalan sendiri, maka jatuh cintalah kepada dirimu sendiri.

Lalu buat 2 kutub dalam diri, kutub positif dan kutub negatif. Kutub positif adalah segala hal tentang kebaikan, welas asih, cinta kasih, pokoknya semua hal yang baik – baik. Buat list tentang apa yang Mamos sukai, banggai dan hargai dalam diri Mamos kemudian syukuri itu sebesar – besarnya. Rasa syukur akan menambah vibrasi diri secara masif dan besar- besaran.

Itulah kekuatan kutub positifmu, kamu bisa gunakan itu untuk menghadapi dunia ini dengan lebih terarah.
Selepas itu, kita beri perhatian pada kutub negatif dalam diri.
Setiap manusia tidak mungkin tidak punya kekurangan. Bahkan menurut hukum polarity, tiap mahkluk hidup WAJIB PUNYA KEKURANGAN. Kutub negatif berfungsi untuk meningkatkan kesadaran atau awareness. Sadar bahwa kita manusia memang di desain sedemikian rupa oleh Sang Pencipta agar punya kekurangan untuk menghindari sifat jumawa.

Kita juga sadar bahwa kita tidak dapat mengharapkan seseorang atau diri kita sendiri untuk menjadi sempurna tanpa cela. Karena jika hanya menggunakan kutub positif saja, maka sebuah daya tidak akan bisa terbentuk. Sama dengan baterai, bila hanya menggunakan sisi yang ada tanda (+) nya saja tanpa tanda (-) apakah baterai itu bisa memberikan kekuatan? Pasti tidak. 

Itulah alam semesta, semua jawaban sudah ada di sekeliling kita, tinggal kitanya saja, peka dalam mengenali jawaban itu atau tidak. Lalu setelah mengenali apa saja kutub positif dan negatif kita, maka gunakanlah 2 kutub itu untuk bergerak maju. 

Saya harap dengan penjelasan ini, Mamos mendapatkan gambaran bahwa hidup ini, mau dijalankan sendiri maupun berpasangan, selama kita tahu cara menciptakan sumber daya bahagia, maka kita pun tetap akan bersinar. Ketika ada dalam tahap bahagia, bila sendiri tak akan merasa kesepian, dan bila berpasangan tak akan merasa ketergantungan. Kita tetap menjadi seorang pribadi yang utuh dan penuh. Pribadi yang selalu sadar untuk hidup di saat ini dan selalu berada di waktu sekarang (present). Tanpa perlu menyesali masa lalu dan tanpa mengkhawatirkan masa depan dengan terlalu.

That’s it!

Terakhir cara ketiga yang sebaiknya dilakukan saat ingin jatuh cinta lagi adalah penuhi tangki cinta sendiri.

Memenuhi tangki cinta dengan cara self healing atau penyembuhan mandiri.

Setelah cukup ‘babak belur’ dihantam badai kehidupan dan hidup telah berjalan hingga sejauh ini, tibalah kita pada pertanyaan; lalu sekarang mau bagaimana? Sebuah pertanyaan yang memerlukan langkah nyata sebagai jawabannya. Di tahap ini kita dapat melakukan life review atau peninjauan ulang kehidupan. Apa yang telah terjadi, apa yang telah kita lakukan, apa yang belum kita lakukan. Jawab saja semua dengan jujur dan apa adanya tanpa membandingkan dengan orang lain karena sesungguhnya tiap kita manusia telah memiliki perjalanan unik dan tersendiri.

Dan dengan memulai gerakan pemulihan diri, kita dapat mengenali pola kesakitan berulang yang selalu terjadi dalam hidup kita. Misal : selalu sakit hati setiap ada orang yang menanyakan dimana ayah dari anak kita. Rasanya seperti tidak dihargai atau tidak dianggap eksis di dunia, yang capek – capek mengasuh anakku itu aku, tapi kok malah tanya – tanya ayahnya.

Atau merasa sangat terluka dengan pertanyaan tersebut karena mengingatkan kita betapa hidup ini sungguh tak adil karena merenggut belahan jiwa kita lebih dahulu dan membiarkan kita sendiri menghadapi dunia. Bisa saja seperti itu, karena kadar batas emosi seseorang dari hanya sekedar letupan kecil hingga menjadi luka dalam itu tentu berbeda. Dan dengan mengenali luka, diharapkan kita pun dapat segera mencari penimbang rasa.

Luka ini mau dibagaimanakan?

Apakah mau tetap dipelihara?

Atau mau diobati segera?

Dan ketika memutuskan untuk menjalani penyembuhan diri, maka kita akan lebih meningkatkan kesadaran tentang pentingnya memperhatikan kondisi diri baik mental maupun fisik.

Dalam prosesnya, kamu dapat memilih untuk jatuh cinta kepada diri atau jatuh cinta kepada seseorang yang tentunya sefrekuensi dengan kamu.

Punya visi misi dan cara memandang hidup yang sama, punya rasa cinta dan welas asih yang tinggi, serta punya keinginan tulus untuk bersama mengarungi luasnya samudera kehidupan dengan menaiki kapal yang sama.

Semua itu adalah pilihan, mau atau tidak dilakukan.
Bersedia atau tidak untuk diproses.
Itu saja.

Semoga dengan tulisan saya ini dapat bermanfaat bagi Mamos yang sedang terpikir untuk jatuh cinta lagi. Alur yang nantinya terbentuk apabila Mamos mempraktekkan seperti pengalaman saya di atas adalah :

  • Kamu pulih
  • Vibrasimu meningkat
  • Kamu menarik orang sefrekuensi / Kamu semakin yakin dengan keputusanmu untuk sendiri
  • Dengan daya yang kamu punya kamu semakin memancarkan cahaya kebaikan yang berasal dari jiwamu yang telah pulih dan hidupmu akan terasa semakin menyenangkan untukmu dan juga orang – orang di sekitarmu!

Mari bersama kita bangkit dan menentukan arah hidup kita.
Mau sendiri atau berpasangan?

Mana saja tentu berpotensi mendatangkan bahagia dan keberhasilan sepanjang dilakukan dengan dasar cinta yang murni bukannya ketakutan atau kekhawatiran

Salam Sayang
=====================================================================

TENTANG PENULIS
Safitri Saraswati

Tinggal di Bali dan menjadi Single Mom sejak tahun 2012 karena perceraian. Menulis microblog tentang self healing di akun @safitri.saraswati dan tentang Single Mom Life di akun @Ibulajangpetualang Suka traveling, kuliner dan membaca

Spread the love

1 thought on “Ketika Ibu Tunggal Jatuh Cinta Lagi

  1. Pingback: 9 Lagu Anti Bucin Agar Single Moms Tak Lagi Menggalau - Single Moms Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *