Cerita Liburan Anak Mamos: Bermimpi Di Negeri Laskar Pelangi

Cerita liburan bersama anak kali ini saya lakukan karena terinspirasi oleh kalimat ini; Once a year, go to a place you’ve never been. Sekali setahun pergilah ke tempat yang belum pernah kamu datangi. Sesuai arti harfiahnya, kita disarankan untuk pergi ke tempat baru setidaknya sekali dalam setahun. Kalimat tersebut mengandung makna penting tentang eksplorasi, pertumbuhan pribadi dan pengalaman baru.

Dengan semangat memberikan pengalaman bagi anak-anak, liburan sekolah kemarin saya memutuskan untuk mengajak mereka ke Negeri Laskar Pelangi. Ya, ke Pulau Belitung. Mungkin cerita berikut bisa menjadi salah satu referensi Mamos yang berminat merencanakan perjalanan ke pulau yang terkenal sebagai penghasil timah ini.

Ini merupakan perjalanan terjauh saya bersama ketiga anak setelah menjadi Single Mom di November 2020. Karena tidak ingin direpotkan dengan urusan kendaraan, mengemudi, mencari-cari lokasi kunjungan wisata, sewa kapal dan sebagainya, kami menggunakan jasa tour yang iklannya banyak berseliweran di media sosial. Setelah mempelajari itenerari, tarif dan lain-lain, kami pilih jasa tour untuk 3 hari 2 malam.

Jadi begini ceritanya …

Cerita Liburan Anak Mamos: Bermimpi Di Negeri Laskar Pelangi

 

Cerita Liburan Hari Pertama: Jejak Laskar Pelangi

Untuk menikmati tour sejak hari pertama, disarankan menggunakan penerbangan yang tiba pagi hari di Tanjungpandan. Kami menggunakan penerbangan pertama dari Jakarta ke Bandara H.A.S Hanandjoeddin Tanjungpandan. Semangat sekali! Oh iya, semangat ini membuncah karena hari sebelumnya anak-anak di sekolah baru saja mementaskan drama musikal Laskar Pelangi. Begitu semangat mereka ingin melihat lokasi asli dari film yang mereka tonton dan latar drama musikal mereka yang latihannya berbulan-bulan.

Di bandara kita kemudian dijemput oleh Bapak Guide yang sekaligus akan menjadi driver selama tour. Sampai di pusat kota, kegiatan diawali dengan sarapan Mie Belitung. Kemudian dilanjutkan dengan tour laskar pelangi, mengunjungi Kampung Ahok (yang sudah berganti nama menjadi Kampung Fifi), singgah sejenak di Pantai Burong Mandik, naik ke Vihara Dewi Kwan Im dan diakhiri dengan makan malam sebelum kembali ke hotel untuk beristirahat.

Di hari pertama ini, sesi yang paling berkesan untuk anak-anak adalah tour laskar pelangi. Mengunjungi Kota Gantong di Belitung Timur, replika SD Laskar Pelangi dan Museum Kata Andrea Hirata. Termasuk melewati toko kelontong di mana Ikal mengenal Aling.

Sungguh mengagumkan bagaimana karya seorang penulis begitu berdampak pada kemajuan perekonomian masyarakat tempat asalnya. Warung kopi di sebelah Museum Kata pun menjadi ramai dengan kunjungan para wisatawan yang berebut minta segera dilayani.

Mengutip perkataan Bapak Guide, Andrea Hirata adalah pahlawan devisa bagi masyarakat Pulau Belitung. Semuanya dimulai dari bercerita. Tell your story, seperti sepotong tulisan di atas kayu yang terdapat di museum kata.

Hari Kedua: Menikmati Pesona Pantai

Hari kedua adalah beach day! Seharian penuh dihabiskan dengan Island Hopping ke Pulau Batu Garuda, Pulau Pasir, Pulau Batu Berlayar, Pulau Burung dan Pulau Lengkuas. Kemudian snorkeling dan makan siang di Pulau Kepayang. Banyak wisatawan berkunjung meski hari bukan akhir pekan atau libur nasional.

Sebelum kembali ke hotel, kita akan mengunjungi Pantai Tanjung Tinggi. Bapak Guide bercerita lokasi ini merupakan lokasi syuting film laskar pelangi. Makanya kemudian pantai ini dikenal dengan pantai laskar pelangi. Hari menjelang senja saat kami tiba, tapi masih banyak pengunjung yang bermain air dan pasir, menikmati pantai dan berfoto.

Hmn, apakah Pulau Belitung akan menjadi destinasi wisata seterkenal ini jika Sang Penulis Laskar Pelangi tidak menceritakan kisahnya meraih mimpi?

Hari Ketiga: Berpamitan dengan Belitung

Sebenarnya hari ketiga tour ini adalah hari keempat kami di Negeri Laskar Pelangi. Karena di hari sebelumnya kami meminta skip satu hari untuk sekadar menghabiskan waktu di sekitar hotel saja.

Sesuai itenerari, hari ketiga adalah jadwal check out hotel, menikmati Kopi Kongdjie di warung asalnya, city tour, ke pusat oleh-oleh, mengunjungi Danau Kaolin dan ke Bandara untuk terbang kembali ke Jakarta. Selesailah agenda jalan-jalan mengeksplor Pulau Belitung.

Kami menghabiskan total empat hari di Pulau Belitung. Melihat langsung latar cerita Laskar Pelangi. Mendengar Bapak Guide bercerita bahwa Ikal, sang tokoh dalam cerita Laskar Pelangi, adalah seorang anak yang berani bermimpi di tengah batasan lingkungan dan kebiasaan masyarakat tempat ia dibesarkan. Kemudian ia berhasil mewujudkan mimpinya untuk kuliah di luar negeri. Bahkan, membawa kemajuan bagi penduduk daerah asalnya.

Setibanya kami di rumah, salah satu anak saya berkata, “Mama, aku mau jadi penulis. Aku mau jadi kayak Andrea Hirata.” Anak ini sebelumnya bingung tentang cita-citanya. Ternyata piknik kali ini memberinya inspirasi.

Kemudian, dia lanjut bertanya, “Bagaimana caranya?”

Tidak ingin membunuh mimpinya dengan menanggapi bahwa tidak mudah menjadi penulis seperti Andrea Hirata, saya menjawab, “Kalau mau jadi penulis, mulailah dengan menulis. Tell your story!”

Kami berbagi pelajaran berharga dari perjalanan ini: Jangan takut untuk bermimpi dan bercita-cita. Berhenti bercita-cita adalah tragedi terbesar dalam hidup manusia.

Seperti kata Andrea Hirata,

“Bermimpilah … maka Tuhan akan memeluk mimpi-mimpimu.”

Perjalanan kami ke Pulau Belitung tak hanya memberikan kenangan indah, tetapi juga menginspirasi anak-anak untuk menggapai impian mereka.

Semoga cerita ini menjadi inspirasi bagi Mamos yang ingin merencanakan perjalanan serupa ke Negeri Laskar Pelangi. Selamat bermimpi dan mengeksplorasi!

Editor & Ilustrasi: Ans

Spread the love

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *